SILVERQUEEN 25 Maret 2009
Posted by nurdiyanti in Coretan Hati.Tags: kakak, puisi, ulang tahun
add a comment
(for my beloved brother:24 maret)
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika sebatang silverqueen
Terulur dari tangan kakakku
Mengawali senyumku
Di setiap perjumpaan kita
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika aku kehilangan orang yang berarti
Kau pun datang
Mengisi ruang kosong itu
Tanpa keluh
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika harapan yang tersematkan
Dari setiap kata yang kau ucap
Menguatkan aku dalam melangkah
Memberikan jejak baru dari yang hilang dariku
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Setelah melihatmu wisuda
Ada harapan dalam benakku
Ingin ikuti jejakmu
Wisuda dan memakai toga sambil tersenyum bangga
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Saat pupus harapanku
Menggapai mimpi
Kau datang dan berkata
“ Ayo Kuliah di jogja”
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika aku kuliah
Sendirian, kesepian dan masih saja..
Mengharapkan perhatianmu
Lalu kau bilang “manja” dan aku pun marah
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika aku kesulitan
Tak seperti yang kauharapkan, Mengecewakanmu
Lalu kau bilang menyesal
Dan aku pun sedih
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika bertemu denganmu
Seakan hilang semua angkuhmu
Saat itu aku tahu, kau sayang padaku
walau tak selalu kau tunjukkan
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika aku marah, begitu juga denganmu
Terdiam, cukup lama
Karena ego yang berkuasa
Hanya amarah…
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika aku berusaha bangkit
Meredakan emosiku
Dan berusaha membahagiakanmu
Tapi kau tak acuh, aku pun sedih…
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Bahwa kau bukan milikku lagi
Duniamu dan duniaku telah berbeda
Tak lagi sama hingga bisa berjalan seiring lagi
Seharusnya aku sadari hal itu
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika aku marah
Karena kau tak percaya padaku lagi
Setelah semua kegagalanku
Takutkah, jika aku gagal dalam hidup?
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Karena sakit hati
Dan terlupa
Kamu ingin aku bahagia
Walau aku merasa ini terlalu keras
Ada fragmen kecil
Yang tak terlupakan olehku
Ketika aku berharap
Kembali ke masa lalu
Dalam gendonganmu sambil makan silverqueen
Tapi itu tak mungkin terjadi bukan?
Kini aku disini
Berusaha menyatukan kepingan puzzleku
Mungkin benar, aku manja
Tapi kukira tak separah itu
Hingga tak dapat di percaya
Tak pantaskah aku di percaya?
Mungkin benar, mengecewakanmu
Tak sepertimu..
Yang cemerlang dalam prestasi
Tapi aku telah berusaha semampuku
Tak cukupkah?
Mungkin benar, menyusahkanmu
Karena semua sifatku
Ketidakmandirianku
Apakah bosan jadi kakakku?
Kuharapkan tidak
Karena aku bangga kau jadi kakakku
Please forgive me…
Atas semua yang telah kulakukan
Tak ada kata
Tak ada suara
Tak ada bahasa
Yang mampu mewakili perasaanku
Hanya untaian doa
Yang tak kan terlupa olehku
Di setiap sujudku
Untukmu…
Walau kita berbeda
Tak ada yang salah bukan?
Hanya untaian doa
Yang tak kan terlupa olehku
Berusaha mengerti tanpa jeda
atas semua katamu
Walau aku tak suka
Aku hanya berkata “ Mungkin kamu lebih tau dariku
Hanya untaian doa
Yang tak kan terlupa olehku
Moga kau bahagia
Dan tak lagi merasa kecewa
Karena aku atau yang lainnya
Karena bahagia itu milik semua orang
Hanya untaian doa
Yang tak kan terlupa olehku
Selalu kulantunkan sejak kecil
Agar kau mendapat hidayah dari Allah SWT
Walau kutahu..
Hati itu tak bisa dipaksa
Mungkin…
Ada yang terlupa olehku
Kau hanya kakakku
Bukan Bapak
Yang bisa jadi tempatku bermanja
Mungkin…
Ada yang terlupa olehku
Kau hanya kakakku
Bukan malaikat
Yang ku harapkan selalu baik padaku
Mungkin…
Ada yang terlupa olehku
Jika aku bukan anak kecil lagi
Yang harus dituntun lagi
Aku harus berjalan semampuku walau sendiri
Mungkin…
Ada yang terlupa olehku
Langkah hidup adalah perjuangan
Pengorbanan, Ikhlas
Menerima&kehilangan
Mungkin..
Ada yang terlupa olehku
Bahwa Tuhan telah beri yang terbaik
Untuk tiap hambanya dan Anugerah itu
Adalah keluarga yang kumiliki
Mungkin…
Ada yang terlupa olehku
Jalan terbaik untuk hidup adalah bersyukur
Atas semua yang diberikan padaku
Bukannya kufur
Mungkin…
Ada yang terlupa olehku
Jika tak ada hadirmu
Ku tak tahu artinya perbedaan
Dan belajar menghargai itu
Mungkin…
Ada yang terlupa olehku
Kau Telah beri warna baru
Dengan beri tahu langkah lain
dan buatku jadi manusia baru, semakin mengerti imanku
Mungkin…
Ada yang terlupa Olehku
Allah telah beri anugerah
Dengan kehadiran orang-orang yang mencintaiku
Dengan cara unik yang kini kumengerti
Mungkin…
Ada yang terlupa olehku
Sebuah kata yang harusnya kukatakan padamu
Sejak dulu
Bukannya keluh tapi terimakasih
Terimakasih…
Telah sabar dengan kasih
Temani perjalananku tanpa keluh
Tak semua suka itu keluar dengan tawa..
Tak semua harapan itu jadi kenyataan…
Tapi keajaiban tercipta jika kita berusaha menjadikannya kenyataan
Dan keajaiban itu adalah
Mengenalmu dalam bentuk, kau lah yang ditakdirkan Allah menjadi kakakku…
Aku menyanyangimu karena Allah …
Semoga Allah menghimpun kita semua
Dibawah Naungan Cinta-Nya…
Amin…..
Happy birthday my beloved brother… I miss you.. Cepetan pulang yak
Aku ingin waktu… 11 Maret 2009
Posted by nurdiyanti in Coretan Hati.4 comments
Aku ingin berlomba dengan waktu
Mengintip masa depanku..
Jika memang ada..
Aku ingin mengalahkan waktu
Agar tak ada yang tersia
Dari hidupku
Aku ingin bercanda dengan waktu
Ketika aku meraih semua
Semua yang jadi mimpiku
Aku ingin melihat waktu
Ketika ia jadi temanku
Teman yang jadi alarm hariku
Aku ingin bertahan dengan waktu
Ketika tak ada kompromi
Atas semua kesalahanku
Aku ingin hakimku adalah waktu
Ketika salah
Ia menghukumku agar tak terlena
Aku ingin berjalan dengan waktu
Ketika sepi datang
Dalam keputusasaanku dan kembali meraih harapanku
Rabu, 4 maret’09
22:42
tak ada ide buat MPKualitatif
Nulis aja, wkwkw
Hanya Bintang 11 Maret 2009
Posted by nurdiyanti in Coretan Hati.add a comment
Bintang, andai waktu milikku..
Aku ingin melihatmu..
Terus saja..
Sepanjang malam
Tanpa jeda dan lelah
Bintang, andai waktu milikku..
Biarkan aku meresapi
Setiap detik yang datang
Dan ribuan detik kemudian
Untuk menyepi
Bintang, andai waktu milikku..
Tak kan kulewatkan
Setiap sinar yang ada
Berlalu tanpa rasa
Biar hidup tak mati rasa
Bintang, andai waktu milikku
Biarkan kulihat gelap
Selain sinarmu..
Karna indahmu tak kan nyata
Tanpa gelap yang jadi teman abadimu
Bintang, andai waktu milikku
Tak kan kusesali
Sejarah hidup yang terasa beku
Sedingin es di kutub dunia
Biar aku tahu arti syukur dan menghargai
Bintang..
Kau dan aku pun tahu
Bahwa waktu bukan milikku
Tapi milik Raja Semesta
Raja dari segala Raja
Pemilik keagungan abadi
Bintang..
Kau dan aku pun tahu
Jika aku adalah pejalan..
Pejalan yang miliki batas waktu
Entah nanti atau pun esok
Siapa yang tahu?
Jika waktuku akan berakhir
Tanpa salam pisah dan goresan hidup
Bintang..
Kau dan aku pun tahu..
Tak ada sembunyi yang rapi
Serapi serat benang pada kain pun tentu berlubang
Tak ada sembunyi yang rapi
Tak ada
Karena Dia selalu tahu..
Bintang..
Kau dan aku pun tahu..
Jika aku punya jutaan mimpi..
Tak terhitung..
Yang ingin teraih
Tapi aku tetap punya batas waktu
Bintang..
Bisakah kuraih mimpiku?
Mimpi yang merajai jiwa
Mimpi yang seakan jadi debu
Ketika diri terbujuk putus asa
Bisakah kuraih?
Bintang..
Semoga waktu tak jadi musuhku
Ketika ada jutaan detik tersia
Tanpa langkah dan amal yang pasti
Semoga saja..
Kuharapkan begitu walau tak begitu yakin
Bintang..
Semoga waktu jadi sahabatku..
Tak kan ejek aku
Ketika aku lali
Dan tertinggal
Semoga saja
Kuharapkan begitu walau tak begitu yakin
Bintang..
Bisakah aku jadi sepertimu?
Selalu bersinar
Meski gelap mengitari
Selalu bersinar
Menerangi hati yang sunyi
Bintang..
Bisakah aku jadi sepertimu?
Sebuah cita yang jadi mimpi
Sejak pertama aku melihatmu,
Kubulatkan tekadku
Agar bisa jadi bintang
Yang selalu bersinar
Memberi faedah bagi manusia
Bisakah?
Kuharapkan begitu walau tak begitu yakin
Bintang..
Walau tak begitu yakin..
Aku punya tekad yang kuat..
Agar bisa jadi sepertimu..
Bukan maksudku menganggumi berlebihan..
Melebihi Pencipta kita
Karena detak ini tetaplah milikNya..
Tak utuh milikku..
Bintang..
Aku ingat
Segala waktu yang terlewati..
Ada kalanya terasa lambat dan cepat..
Lambat ketika hasrat urung terpenuhi
Cepat ketika angan tak lagi jadi teman
Bintang..
Temani aku
Meraih mimpiku..
Bintang..
Jadilah saksiku
Ketika teraih semua harapan
Bersama waktu yang jadi teman
Moga harapan tak sekedar angan
Karena hidup tanpa terukir goresan harapan..
Adalah pejalan tanpa tujuan
Tak tahu arah
Dan langkah yang pasti
Bintang..
Ingatkan aku..
Tak selamanya bintang kan bersinar abadi..
Agar tak lupa diri
Akan hakekat pejalan
Yang sekarang kusandang..
Bintang..
Jadilah teman
Bersama waktu
Agar teraih
Harapan sebagai hamba
Dalam dekapan kasih sayangNya
Amien…
Kamis, 5 maret ‘09
00:06
saat deadline tugas MPKualitatif belum selesai
HamasahJ
coretan lagi:) 4 Maret 2009
Posted by nurdiyanti in Coretan Hati.add a comment
ada yang menjauh dan pergi…
ada yang datang dan menyapa…
ada yang berlalu dengan tawa..
ada yang pergi tanpa jejak…
ada yang berharap untuk kembali..
ada yang berharap untuk dilupakan….
ada yang mengisi sepi dengan canda
ada yang gaduh tanpa hela
ada yang diam tanpa kata
ada yang bicara tanpa nada
kenangan pun seakan jadi peti harta karun
saat waktu tak berdamai denganmu
bayangan mereka kan menghapus gundahmu..
teman, dimana kalian semua??
aku kangen ma kalian semua…
wkwkwkwk…….
hamasah!!!
seperti biasa saat ga da kerjaan, di perpus…
hehe…
SMA dong:) 3 Maret 2009
Posted by nurdiyanti in Coretan Hati.add a comment
Nah….. pingin belajar nulis kata-kata yang singkat… ne coretan kata waktu sma, waktu lagi ngantuk pas pelajaran, hehe… g tw bisa disebut puisi atau enggak, yang penting mah nulis aja hamasah…
1. Aku belajar menerima dan kehilangan..
Belajar menggenggam mimpi ..
Pada jiwa yang rapuh…
Tapi kan kusematkan kekuatan batinku..
Agar keperoleh rasa bahagia sebagai manusia..
Sebagai jiwa yang tak kenal putus ada..
Dalam berpijak..
Dalam bertindak..
Dalam bersandar…
Semangat nur…
Kamu bisa…
Hamasah always….
Ukhti….
Smile please…
Hehhe…
2. Aku Kembali Pada Pagi
Aku kembali pada pagi…
Yang membawaku pada pusaran waktu yang tak sama…
Yang membuka kisah baru
Yang membuatku melangkah tanpa harus berbalik arah
Yang membuatku belajar akan segala hal….
Yang membuatku bertemu dengan orang-orang yang kucintai
Yang memberiku harapan baru akan masa depanku
Yang menguatkan langkah dalam mengahadapi segalanya
Yang membuatku tersenyum
Yang membuatku menangis
Yang membuatku kecewa
Yang membuatku bangga
Yang membuatku terdiam
Yang membuatku melangkah
Yang membuatku bermimpi
Yang membuatku mengenang masa lalu
Yang membuatku tertatih
Yang membuatku bertemu dengan banyak hal baru
Yang membuatku sadar
Bahwa hidup terlampau berharga untuk disia-siakan
Semangat nur…..
3. AKU
Aku adalah sebuah bayangan
Terseok-seok mengikuti arus
Terbawa angin yang mempermainkan
Mencoba melangkah
Dalam masa
Mencari arah
Kadang aku bertanya
Mengapa hidup
Seperti bayangan
Tak terjangkau
Berubah…
Tak tentu..
Terlihat nyata tapi semu
Karena
Kehidupan abadi
Terlalu berharga
Untuk dipermainkan
Aku adalah bayangan
4. Andaikan Aku Bisa
Andaikan kubisa
Meraih mimpiku
Mengenggam kebahagianku
Merangkai harapanku
Mengintip hari esok
Mengeluarkan kesedihanku
Menjauhkan rintanganku
Menghapus lukaku
Mengenang senyumnya
Mengingat ketulusannya
Mengabadikan kenganan terindahku
Merajai duniaku
Menerima keresahanku
Membagi ceritaku
Mendengarkan suara hatiku
Mendewasakan diriku
Mematuhi perkataaannya
Andaikan kubisa
Kan kulakukan yang terbaik untuk …
Ayahku tercinta….
Sabtu 26 april 2006
5. Beri Aku Bintang
Beri aku bintang, ibu
Agar kuperoleh sinar untuk melangkah
Beri aku bintang, ayah
Agar aku merasa hangat, tak sendirian
Beri aku bintang, sahabatku
Agar aku punya kekuatan, tuk jadi bintang
Beri aku bintang, dan akan ku genggam erat
Kan trus kujadikan bintang
Sebagai teman sejatiku
Tanpa bintang
Aku tak berarti
Karena bintang itu
Adalah kasih sayang kalian
Tanpa bintang
Aku kan sendirian
Menempuh perjalanan panjang
Tuk raih bintang terindah
Beri aku bintang dan senyum kalian
Agar aku sanggup melewati ujian ini
6. Bintangku
Fikirku melayang..
Anganku terkekang…
Indahnya kebebasan…
Zaman pun berganti..
Aku pun tak terpaku..
Lanjutkan hidup adalah langkahku..
Semangat nur…
7. Embun Pagi
Ceritakan padaku sahabat
Segala resah dan deritamu
Karena aku adalah sahabatmu
Janganlah gundah sahabat
Ringankanlah hati dan jiwamu
Hiasilah dengan mimpi indahmu
Raihlah segala cita dan cintamu
Kan kuetemani
Kan ku bagi sgala ceritaku
Kan kudongengkan
Sebuah embun..
Embun pagi
Yang terikat dengan hujan
Yang bersahabat dengan bumi
Yang berjalan di udara pagi
Yang tersenyum bersama mentari
Yang bernyanyi kala kuncup mulai mekar
Lihatlah sahabatku
Dunia begitu indah..
Untuk disalahkan
Tersenyumlah sahabatku
Kan kau raih dunia
Jika kau tersenyum
Rabu 30 nov 2005
Note: buat temen2ku
Aku kangen bgt ma kalian
Semoga kita jumpa dengan senyum
My friend ..
You are my best friend
8. I’m Coming…………..
I’m coming, kebahagiaanku..
I’m coming, impianku
Hujan yang kusukai
Bintang yang terang
Bulan yang menawan
Laut yang biru
Gunung yang sejuk
Danau yang indah
Kicau burung yang merdu
Angin yang bersahabat
Langit yang teduh
Sahabatku yang manis
Kakakku yang kusayang..
Adikku yang tegar
Air yang mengalir
Awan yang megah
AKU AKAN BERRHASIL
Semua hal terindah yang pernah ada
Semua hal terbaik yang pernah kujalani
Kupastikan aku akan bahagia
My BRIGHT FUTURE,….
I’m Coming!!!!
Rabu 19 april 2006
dengan beberapa perubahan
note: jangan berpangku tangan dong!
Ayo kita raih kebahagiaan
Jemput keberhasilanmu dan rangkai mimpi dan harapanmu..
Semangat
Nur in the sky..
9. Sebuah nama…
Mengapa terukir
Mengapa teringat
Mengapa terpendam
Mengapa terngiang
Dalam diam
Oleh suara
Entah siapa
Larut dalam kesunyian….
Mengapa???
10. Kurasa tak da yang beda…
Kurasa tak da yang sama…
Kurasa tak da yang membuatku…
Sadar akan sesuatu…
Jika semua sama..
Apakah itu baik…
Jika semua beda ..
Apakah itu harus membuat jurang baru???
Apa yang sama?
Apa yang beda?
Tak apa jika kau tak mengerti…
Sama dan beda hanya sebagian kecil dari makna hidup yang harus dijalani…
Semangat nur….
Jgn pernah putus asa..
Be the best to your future….
SEJUTA CAHAYA CINTA UNTUK IBU 3 Maret 2009
Posted by nurdiyanti in Uncategorized.Tags: anak, bahagia, ibu, kasih sayang, surat
4 comments
Pernah, di suatu masa
Kita begitu dekat
Menyatu dalam satu raga
Dan merasakan detak yang sama
Bertahun-tahun kemudian
Kita semakin dekat
Senantiasa berbagi di tiap masa
Dengan cerita perjuangan, kebahagiaan dan kesedihan yang sama
Engkau, mengajarkan cinta
Yang begitu tulus
Dan tak mungkin terlupakan
Engkau, mengajarkan arti hidup dan pengorbanan
dengan kesabaran yang seakan tak terbatas
Tiada panggilan yang lebih berarti
Dan membuatku bangga
Selain memanggilmu…
Ibu
Ibu…
Aku lebih suka memanggilmu ibu. Bukan mama, mami, bunda, umi atau sebutan lain yang bermakna sama. Kata ibu lebih mulia dan mempunyai makna yang lebih dibandingkan yang lainnya. Bagiku, ibu adalah sosok yang sederhana dan penuh perjuangan. Ibu adalah panutan sekaligus sahabat terdekat, yang dengannnya aku tidak ragu untuk bercerita dan berbagi rahasia kecil. Ibu adalah kebanggaanku, cintaku, cahaya dan kebahagiaanku. Kasih sayangnya bagai pendar-pendar cahaya yang tak pernah redup yang senantiasa menyinari hatiku dan saudaraku yang lain. Cahaya yang membuat kami hangat dan tak pernah merasa sendirian, karena ada ibu yang menemani setiap langkah dalam menapaki jejak hidup ini.
Ibu…
Kata yang ingin senantiasa kuucapkan adalah kata maaf dan terimakasih atas segalanya. Maaf, karena begitu banyak kesalahan yang kulakukan selama ini. Begitu banyak hal yang sudah kulakukan dan membuatmu kecewa. Namun, tak ada nada marah dan menghakimi seperti yang kuduga. “ Tak apa, besok pasti bisa lebih baik lagi” ucapmu dengan sepenuh hati. Terimakasih Bu, atas semua kasih sayang, doa yang senantiasa kau panjatkan dalam setiap sholat dan sujudmu. Terimakasih atas kesabaran dan persahabatan yang tulus yang ada. Bagiku, ibu lebih dari sekedar ibu. Ibu adalah sahabat terdekat, dimana aku bisa menceritakan segala yang terjadi di hidupku tanpa aku merasa dihakimi, namun dihargai sebagai seorang sahabat dan anak.
Ibu…
Tahun-tahun yang sulit setelah sepeninggal Bapak adalah tahun yang berat bagi kita semua. Seakan kehilangan cahaya kebahagiaan, kita tak lagi mempunyai arah dalam hidup. Gurat kesedihan tergambar jelas di wajah ibu. Airmata kesedihan seakan tak mau pergi mengiringi kepergian bapak dalam usia yang relatif muda dan dengan lima anak yang masih membutuhkan kasih sayang. Ibu, terasa bagi kami kesulitan dan deritamu, namun tak kau tampakkan. Tak terbayangkan perjuangan ibu membesarkan lima anak sendirian tanpa seorang Bapak disisi ibu.
Ibu…
Engkau begitu tegar, menghadapi semuanya. Menghapus airmata kesedihan dan tabahkan diri dengan melihat anak-anakmu yang masih kecil. “ Kekuatan ibu ada pada kalian, ibu akan berusaha membahagiakan kalian semampu ibu. Ibu menderita tak apa, asal kalian bahagia” ucapmu tulus. Mungkin, dulu sewaktu aku kecil, tak mengerti apa makna kalimat itu, yang ibu ucapkan sepeninggal bapak. Tapi bertahun-tahun kemudian, aku memahaminya dengan segala tindakan, kasih sayang dan pengorbanan yang senantiasa membuatku bangga. Bangga menjadi anak yang Allah takdirkan berada di samping ibu dan merasakan kasih sayang yang begitu besar. Meski hidup tanpa kasih sayang bapak, aku tak pernah merasa kekurangan kasih sayang dan sedih karena ada ibu disampingku.
Ibu…
Tak akan kulupakan nasehatmu selalu,”Belajarlah dengan baik nur, supaya jadi orang pintar dan bisa jadi orang sukses. Ibu akan selalu mendoakanmu, supaya bisa hidup bahagia lebih dari waktu sekarang” . Ah, Ibu seandainya ibu tahu. Tahun-tahun yang aku lewatkan bersama ibu adalah waktu yang membahagiakan, ibu tak pernah mengeluh dan memarahi dengan keras. Sebaliknya ibu mengajarkan kesabaran dan kemandirian pada anak-anaknya. Jangan mudah bergantung pada orang lain dan berusahalah sebaik mungkin, karena Allah menghargai setiap perjuangan manusia yang mau berusaha bukan meminta dan berdiam diri saja.
Ibu…
Dalam setiap detik yang kulewatkan sekarang, tak hentinya aku mengucap syukur kepada Allah. Bersyukur karena dianugerahi Allah, ibu yang baik dan penuh perjuangan. Pun, ketika banyak teman-temanku yang putus sekolah karena kesulitan biaya walau mempunyai keluarga yang utuh. Ibu tak menyerah begitu saja, terus saja mencari cara dan berjuang agar kami semua dapat merasakan pendidikan yang baik walaupun tak lagi mempunyai bapak. “Kalian semua tidak boleh berkecil hati, walau tidak punya bapak. Kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh dan mengejar cita-cita dengan segenap kemampuan kalian. Kalian harus punya pendidikan yang bagus, karena ibu tak bisa memberi bekal harta, yang bisa ibu berikan tidak lain adalah ilmu yang kalian miliki”. Ibu itulah penyemangat kami selama ini, penyemangat saat rasa putus asa mendera dan tak jua habis ketika banyak masalah datang. Namun, kami senantiasa mengingatnya hingga tak ingin ada kesedihan di wajah ibu. Kami hanya ingin memberikan seulas senyum kebahagiaan walaupun hanya lewat prestasi kecil yang kami ukir. Seulas senyum yang membuat kami pun bahagia, karena bisa membuat ibu bangga.
Ibu…
Masa, telah bergerak jauh dan kini terpisah jarak yang membentang. Sebagian harapan dan perjuanganmu hampir tergapai. Seperti yang ibu inginkan, kini aku berhasil menempuh pendidikan di universitas. Walau dengan penuh perjuangan yang tidaklah mudah. Namun, semua kesulitan seakan tak berarti jika mengingat perjuangan ibu selama ini. “ Nduk, cah ayu. Kalau ingin berhasil harus berani tirakat, hidup prihatin tidak apa-apa jika harus dilakukan, karena kita bukan orang yang kaya. Banyaklah berpuasa, sholat malam dan memohon pada Allah supaya jalannya dimudahkan. Insya allah, allah akan mengijabah doa kita”.
Ibu…
Terkadang, aku merasa malu pada diri sendiri. Karena tidak bisa tegar dan sabar seperti ibu. Mudah putus asa dan menyerah di saat masa-masa yang sulit ada, tapi ibu selalu memberikan semangat dan perhatian yang memberiku kekuatan dalam setiap langkah yang kuayunkan. Aku juga begitu malu, karena walau aku bisa mengenyam pendidikan dan pengetahuan yang lebih dari ibu. Namun, ibu mempunyai pemikiran dan harapan hidup yang tak pernah redup. Harapan melihat anak-anaknya bahagia, menguatkannya. Keyakinan pada rahmat Allah juga lebih besar walau tak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang agama. Namun, pemahaman dan keyakinan ibu membuatku tak henti belajar dan berjuang untuk menggapai semua yang pernah menjadi mimpi walau itu sulit. Semua itu kami lakukan demi kebahagiaan ibu dan seulas senyum yang semoga saja dapat menjadi penawar kesedihan, pengorbanan walau sedikit.
Ibu…
Terimakasih untuk semua yang telah ibu berikan pada anak-anakmu. Maafkan kami yang belum mampu membahagiakan ibu dengan semestinya. Tapi percayalah Bu, kami akan berusaha semampu kami agar suatu saat ibu dapat bangga karena mempunyai anak-anak seperti kami. Hanya ridho dan doa ibu yang senantiasa kami harapkan dan semoga Allah juga meridhoi setiap yang kami lakukan hingga bisa membahagiakan ibu.
Terimakasih dan syukur yang tak terhingga pada Allah yang telah memberikan seorang ibu yang begitu baik, sabar dan tegar hingga kami tidak pernah merasakan kekurangan kasih sayang walau dibesarkan tanpa kehadiran Bapak disisi kami. Hanya doa yang yang kami panjatkan pada Ibu, semoga Allah mencatat semua amal kebaikan ibu selama ini sebagai pahala bagi ibu. Amien…
Sejuta Cahaya Cinta Untuk Ibu
Artikel ini ditulis saat lomba menulis surat cinta untuk ibu pada Milad Salimah yang ke-8. Hasilnya dapat juara 2, hehe…
Buat Ibu, nur kangen…
cepat sembuh nggih…
Hamasah:p