jump to navigation

AKU INGIN JADI BINTANG 4 April 2009

Posted by nurdiyanti in diari pinguin.
Tags: , ,
trackback

Bintang…
Ada banyak kata..
Yang menyertai setiap cerita
Yang tersimpan utuh di memoriku

Bintang..
Ada banyak makna
Yang kupelajari darimu
Yang tak ingin kulewatkan..

Untuk sebuah bintang harapan
Yang tak kan pernah redup..
Aku berkata..
Aku ingin jadi bintang


Suatu ketika ada teman yang bertanya,” Nur, kenapa kamu suka banget ma bintang?” Tanyanya dengan mimik serius yang membuatku ingin tertawa melihatnya. Dengan muka serius pula aku menjawab,” Karena, aku juga bintang.. Jadi, kalau kangen ma aku, lihat aja bintang-bintang. Mirip koq, ga ada bedanya, hehe… “. Tak ayal lagi, jawaban konyol itu membuat temanku merasa dipermainkan. Habis gimana ya? Banyak alasan untuk menjawab pertanyaan teman-temanku. Nah, cerita ini di buat untuk menjawab rasa penasaran teman-temanku tercinta, hehe…

Entah kenapa, aku sangat suka bintang sejak kecil. Mungkin, karena terbiasa melihatnya setiap malam, mungkin juga karena ada perasaan bahagia ketika melihatnya. Melihat pendar-pendar cahaya yang bagiku mempunyai magnet tersendiri. Ada misteri yang sanggup menarik diriku secara penuh untuk melihatnya. Di setiap sudut-sudutnya sekali pun. Rasanya seperti ada rasa hangat ketika melihatnya, ada rasa tenang dan sanggup membuatku terdiam lama selain ketika membaca sebuah buku. Bintang dan buku, menempati posisi yang sama besarnya, tidak dapat ditimbang berat mana bobotnya. Dua-duanya sama-sama menenangkan di saat-saat aku merasa gundah dan ingin merasa sendiri.

Yah, sejak kecil terbiasa melihatnya, setiap malam tanpa bosan. Sebelum tidur, melihat bintang menjadi acara wajib yang akan kulakukan, hehe.. Terkadang jika kumpul semua, kami sekeluarga akan menggelar tikar di halaman rumah untuk melihat bintang bersama-sama. Ga’ bisa dibilang lihat bintang bareng juga, karena niatnya cari angin, cerita-cerita tentang kejadian hari itu diluar sambil nunggu tukang bakso/sate lewat depan rumah terus makan bareng almarhum bapak, ibu, mbak roh, aku dan dik sari. Senang rasanya jika mengingat masa-masa itu, hehe…

Menghitung bintang, itu pekerjaan konyol yang tak akan ada habisnya, tapi tetap saja kulakukan. Ada banyak cerita yang kurangkai bersama bintang. Bintang tempatku mengadu, jika aku sedih, marah, kecewa, maupun senang. Bukannya gila lho ya, hehe.. hanya saja, aku lebih suka menceritakan hal-hal kecil yang tak ingin diketahui orang lain pada bintang. Ada begitu banyak rahasia yang kutitipkan lewat sinar bintang.

Jika ga’ ada bintang semalam saja, pasti langsung kelimpungan. “Bintangnya mana ya?” Tanyaku selalu.. Langit terlihat lebih indah jika ada bintang. Aku menyukai bintang secara utuh, dengan langit birunya, dengan bulannya dengan kehadirannya yang tak pasti, dengan sinarnya yang berkilauan termasuk dengan mendungnya, wkwkw… kan ga’ selamanya kita bisa melihat bintang, pasti ada saat dimana bintang tak terlihat dan diganti mendung. Sama seperti hidup, tak selamanya hidup kita akan bersinar seperti bintang. Ada kalanya hidup terisi kesedihan dan kekecewaan seperti mendung yang menutupi sinar bintang. Oleh karena itu, mengingkari keberadaan mendung sama saja dengan berharap hidup kita akan bahagia selamanya, sesuatu yang sangat utopis. Kecuali di surga tentunya, dimana segala kebahagiaan yang belum pernah dilhat, di dengar dan dirasakan oleh manusia tersaji dengan abadi di sisi kita nantinya.

Sejak kecil, kalau ngambek terus nangis, bapak pasti langsung digendong dan diliatin bintang. Maka dari itu sampe sekarang pun kebiasaan, kalau sedih pasti duduk diem, lihat ke langit sambil berharap bintang muncul, hehe.. Sebuah kebiasaan yang ternyata juga di miliki oleh seseorang yang kusayang sampai sekarang. Aku merasa dalam bintang ada berbagai keajaiban yang tak kutemukan pada benda ciptaan Allah lainnya, ini seh menurut perasaanku aja, hehe..

Melihat bintang, itu yang ingin kulakukan selalu. Sama halnya seperti menanti hujan di sepanjang tahun. Menanti datangnya hujan dan membasahi bumi. Mencium aroma air hujan yang menyentuh tanah… membuatku juga mencintai hujan. Habisnya dari kecil Cuma sekali hujan-hujan. Habis itu langsung pilek dan demam. Sejak saat itu pula, tiap hujan Cuma bisa lihat saja dari dalam rumah. Pasti dimarahi kalau nekat keluar. Dasarnya aku ga ‘ suka marah dan dimarahi, maka jadi anak penurutlah pilihanku. Sejak kecil suka iri jika lihat-lihat temen-temen yang lain dan adikku bisa hujan-hujan tapi aku ga bisa.

Sekarang, tiap ada hujan pasti aku suka hujan-hujan sendiri(masa kecil kurang bahagia ma hujanJ). Walau bawa payung sekalipun cuma sekedar formalitas. Kalau pulang ke asrama hujan ga’ deres-deres banget&pakai petir, ya hujan-hujanlah pilihanku, hehe..

Sejak saat itu, segala hal yang terjadi dalam hidupku pasti kusangkut pautkan dengan bintang. Tiap ada yang tanya usul nama pasti kusebut bintang, ga’ ada yang lain, hehe.. aku juga bikin nama pena Nur’ITS (Nur In The Sky). Suatu ketika masku bilang “koq nur selangit?”. “ Bukan mas, arti bebasnya menurutku cahaya di langit, itu bintang mas”Setelah tahu bahasa arabnya bintang itu najma, aku pakai nama nur najma buat fs dll. Maniak banget ma bintang pokoknya. Sejak SMA seneng bikin puisi tentang bintang dan buat motto yang berkaitan dengan bintang. “Jadilah bintang yang selalu bersinar meski gelap mengitari, selalu menerangi hati yang sunyi” hehe.. anak sma banget neh.

Yah, aku ingin jadi bintang. Selalu bersinar meski gelap mengitari. Member manfaat bagi dan kebahagiaan bagi banyak orang dengan sinarnya. Memberi cahaya di hati tiap orang dan membuatnya ga merasa sendirian lagi. Hmm, berlebihan ya? Wkwk… tapi ini yang ada dipikiranku selama ini. Meski tak selalu terlihat, bintang tetaplah bintang. Bintang akan selalu ada buat kita, ga’ akan ninggalin kita sendirian, selamanya…

Hamasah!!!

(buat bintang hatiku, semangat!!!)

Komentar»

1. din - 13 April 2009

yepz.. asslamualaikum .. nur nie ahmad aizuddin… butits better 2 hear u call me din… wow.. alot of reading … hu3 but ur page is nice one but may i suggest u… hu3 even though i dont have one… y dont u add little animation.. hu3

2. kacang - 1 Juni 2009

aku pingin jadi astronot,
aku pingin menggapai bintang hehe…

3. nurdiyanti - 14 Oktober 2009

@ Din : Thanks yak… aku menunggu tulisanmu din… Nur tak pandai buat animasi, sebaiknya ahmad saja yang beri buat blog nu,ok? hehe…
@ Kacang : Ya, jangan lupa kasih tau nek dah jadi astronot yak, nitip bawain fotonya yang paling keren,wkwkwk…