Senja telah jatuh

Senja telah jatuh

Hati pun ikut terenggut, jatuh

Hanyut bersama aliran hujan kenangan

Muaranya terasa jauh, tak terlihat olehku

Mulai terasa olehku, lelah ketika aku

Menunggumu, hatimu, hingga mati

Atau bergegas melawan bayang kematian

Sebab detiknya terasa kian menyiksaku, sungguh!

 

Senja telah jatuh

Dan aku pun melontarkan jiwaku pada angin

Biar terbawa pergi

Jauh,

Melampaui inginku, akanmu

Biar hilang

Melayangkan rindu

Menderukan keteguhan yang terasa sia-sia

Mengabarkan rasa percaya yang terbakar ingkar janji lalu…

Yang kutahu, permainan kata-katamu

 

 

 

Dan bila senja telah jatuh, sekali lagi

Biarkan semburat merahnya mewarnaiku

Memerah hingga terasa sekali kuatnya, rasa

Sedalam kenangan yang kau tinggalkan

 

 

Jangan paksaku melupa….

Atau bantu aku tepiskan semua rasa

Biar kumiliki lagi cahayaku

Yang terbawa pergi olehmu,

Saat terakhir kali kau pinta padaku: jangan berharap padaku

 

 

Senja telah jatuh

Tak tercerai indahnya meski sesaat

Sempat kusimpan indahnya, untukku

Dan membiarkan gelapnya malam, mengambilnya dariku, sekali lagi

 

Senja telah jatuh

Dan kurasakan lagi, helaan nafasku penuh kerinduan

Rindu yang buatku menangis, deretan puisi kelamku

Helaan nafasku perlahan menciptakan melodinya sendiri

Membisu tanpa kata

Menguarkan segala sesak yang tak tersentuh

Biar membuatku memahami makna lelah menunggu

Lelah menunggu hingga tak lagi menunggu

Memahami makna sakit

Sakit hingga tak mampu merasakan sakitnya

 

 

Dan biarkan senja jatuh

Karena begitulah takdir yang diberikan kalam Ilahi…

Jatuh dan menyatu dalam gelap

Gelap…

Hingga sunyi jadi bahasa indahku

Bukan lagi mimpiku akanmu

Hanya sunyi…

Sunyi…

Antara aku dan mimpiku

Aku pun menatap sedih harapanku

Menjauh dariku, jauh

 

 

Biar kurasa kini, semuanya, kesedihan

Sedih hingga tak bersisa lagi perih

Saat mengingatmu, nanti

Karena senja tak pernah menjauh pergi, tak pernah

 

 

 

Biarpun senja telah jatuh,

Ia senantiasa ada untukku, nanti

Ketika ku telah siap memaknainya sebagai sebuah rasa

Bukan sebuah keegoisan dan memaksakannya padaku

Memaksakannya menjadi milikku

Milikku…

 

 

 

9 Januari 2012

20:35

Note: Loading, please wait…

Tentang Nur Najma

Sofa Nurdiyanti. Lahir di Ngawi, 24 Mei 1987. anak kelima dari enam bersaudara, ya akrab disapa nur ini, mempunyai banyak cita-cita. Mulai dari guru sejarah, arkeolog, ahli bahasa, ahli budaya, wartawan, trainer dan penulis. Dari sekian banyak cita-cita tersebut, akhirnya psikologilah yang dijadikan pilihan sebagai jembatan untuk menggapai semua cita-citanya. Untuk menyalurkan hobi membaca dan menulis, Mahasiswi psikologi, universitas sanata dharma yogyakarta ini bergabung dalam organisasi jurnalistik di Eksis (Fakultas Psikologi) dan FKM BUDI UTAMA(Forum Keluarga Muslim Bina Ukhuwah Dakwah Islam Universitas Sanata Dharma) sebuah wadah jurnalistik di fakultasnya. Minat nur adalah dunia menulis, walau pada awalnya ‘terpaksa menulis’, sekarang ingin menjadi penulis, terutama penulis fiksi. Sekarang juga tengah berlatih supaya bisa menjadi penulis dan trainer. Nur ingin menularkan semangat untuk maju pada teman-temannya dan hal itu ingin diwujudkan melalui cita-citanya sebagai trainer dan penulis. Menulis merupakan salah satu langkahnya agar menjadi pribadi yang percaya diri dan mempunyai banyak teman. Nur bisa dihubungi melalui email: nurhamasah@gmail.com Sofa Nurdiyanti's ProfileCreate Your Badge
This entry was posted in Coretan Hati. Bookmark the permalink.

2 Responses to Senja telah jatuh

  1. alimah says:

    Semangat kawan, semoga semua rasamu ini hanya sementara, dan kembali bergegas meninggalkannya. Bersama senja yg seharusnya memberimu inspirasi lebih untuk bertahan dari apapun.

    Salam kenal

  2. Nur Najma says:

    salam kenal juga alimah

    haha…. makasih:)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s