jump to navigation

KITA DAN PEMILU 4 April 2009

Posted by nurdiyanti in Uncategorized.
Tags: , , , ,
add a comment


Bagaimana sikap kita menghadapi pemilu nantinya?
Apakah hanya terdiam dan menjadi penoton semata?
Bergeraklah kawan, bergeraklah secara serentak!!!

Satu kata yang menyedot perhatian beberapa bulan terakhir adalah PEMILU (Pemilihan Umum). Bulan april menjadi bulan terpenting bagi kita semua. Pesta demokrasi setiap lima tahun sekali akan di gelar dan mencapai puncaknya pada saat pemilu di tanggal 9 april nanti. Apa yang akan kita lakukan demi menyuseskan pemilu?

Betapa tidak? Semua perhatian dan energi setiap orang tersedot untuk menyiapkan pemilu. Kampanye yang dimulai pertengahan bulan maret hampir berakhir. Setelah semua fase yang dilewati oleh masing-masing partai selama beberapa bulan terakhir ini akan menuai hasilnya. Apa yang sudah kita lakukan untuk ikut menyukseskan pemilu kali ini?Apakah kita perduli dengan pemilu sekarang ini?

Berbagai kontroversi yang menyertai pemilu kali ini, tidak lantas bisa dijadikan apologi melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai peserta pemilu. Ada berbagai ketimpangan yang mulai menyeruak ke permukaan menjelang dilaksanakannya pemilu. Mulai dari berbagai kecurangan yang dilakukan para caleg di awal pencalonannya, kisruh kampanye, perpecahan anggota dari partai politik, adu kekuatan dengan saling menjatuhkan lawan politik, mulai melakukan strategi politik untuk menarik masa dengan janji kampanye dan koalisi-koalisi yang diharapkan mampu meningkatkan perolehan mereka hingga kemenangan yang diharapkan pun tercapai.

Keganjilan demi keganjilan yang semakin mewarnai pemilu tak ayal lagi membuat kita semakin geram. Pemilu yang diharapkan menjadi “penyelamat nasib bangsa” tidak benar-benar terlaksana sesuai dengan yang diharapkan sebagaimana mestinya, yang jujur dan bersih dari segala manipulasi dan kepentingan. Walau demikian tidak salahnya kita memberikan apresiasi positif atas kinerja pihak-pihak yang berupaya merancang pemilu dengan baik.

Banyak kepentingan yang mewarnai setiap pemilu, entah dari elit politik, masa pendukung partai, pengusaha, kepentingan Negara lain dan bahkan kita sendiri sebagai tuan rumah sekaligus objek dari pemilu. Masing-masing punya alasan yang mendasar untuk mengupayakan kepentingannya, yang seakan tak terbantahkan sehingga wajib dijadikan sebagai pembenaran atas setiap laku politiknya.

Peran apakah yang sebaiknya kita ambil pada saat ini? Terlebih lagi mengingat kapasitas kita sebagai mahasiswa? Satu hal yang pasti adalah tidak menyia-nyiakan kesempatan kita dengan turut menyukseskan pemilu, yaitu dengan cara menggunakan hak suara kita!!

Gunakan hak suara kita, dengan begitu setidaknya kita turut berperan dalam menentukan lima tahun nasib bangsa kita. Jangan sampai menyerah dan bersikap apatis terhadap pemilu. Seribu kekurangan yang menyertai jalannya pemilu bisa dijadikan sebagai alasan untuk mangkir dari tanggung jawab ikut dalam pemilu.

Temen-teman, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap peristiwa yang terjadi. Salah satunya adalah bahwa untuk mencapai sesuatu yang baik diperlukah usaha yang keras dan pantang menyerah. Usaha yang keras untuk membangun bangsa kita dan bangkit dari setiap keterpurukan yang ada.

Jangan sampai terpikirkan untuk mengabaikan hak kita dalam memilih. Hal itu hanya akan membuat kita tidak bisa berpartisipasi dalam nenilih partai/calon legislative. Bagaimanapun juga kita harus dapat menumbuhkan keyakinan bahwa masih ada harapan dalam pemilu sekarang. Jika tidak memilih, apa jadinya nasib bangsa kita?
Apakah kita senang melihat bangsa kita terpuruk terus menerus dalam keterpurukan. Meminjam istilahnya barrack obama, change!!! Kita harus bisa melakukan perubahan di mulai dari 3M seperti kata Aa’ Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai saat ini. Oleh karena itu mari sukseskan pemilu dengan menggunakan hak pilih kita.

Di sadari/tidak semuanya berawal dari PEMILU. Sukses tidaknya memilih pemimpin bangsa juga ada di tangan kita semua. Berfikirlah secara matang, siapa yang berhak menjadi pemimpin kita untuk masa yang akan datang. Kalau teman-teman berfikir tidak ada calon memadai, saya kira kurang bijak juga menilai dengan perspektive seperti itu. Jika benar-benar dicermati, pemilu kali ini sudah diwarnai dengan kemunculan tokoh-tokoh baik baru maupun lama yang mewarnai wajah politik di tanah air saat ini. Tentunya kemunculan banyak tokoh ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan akan kapabilitasnya memimpin bangsa kita nantinya.

Menengok kinerja beberapa pihak dalam beberapa tahun belakangan ini tentunya bisa kita jadikan salah satu tolok ukur dalam memilih pemimpin nantinya. Pasti masih ada pemimpin yang layak untuk bangsa kita. Pilihlah pemimpin yang adil dan taat pada Allah swt. Pemimpin yang adil akan membawa bangsa kita menuju ke arah yang lebih baik. Jadi buat teman-teman semua, ayo sukseskan pemilu kita kali ini dengan menggunakan hak pilih kita!!!

Hamasah!!!

Diterbitkan juga di Buletin FKM BUDI UTAMA(Forum Keluarga Muslim Bina Ukhuwah Dakwah Islamiyah Universitas Sanata Dharma)