4n9

Sudah seharusnya aku menyadari, bahwa setiap manusia memiliki kehendak pribadi atas hidupnya. Biarpun tiap manusia memiliki prinsip-prinsip dalam hidupnya, toh mereka memiliki sifat dinamis. Sangat bisa berubah. Hal yang wajar. Dan hal ini yang berulangkali ingin kuyakinkan, setiap manusia memiliki kehendak pribadi atas hidupnya. Tepatnya, berhak memilih jalan hidupnya, tapi selalu saja aku masih tak paham hal ini.
Kiranya aku dan segala sifatku yang keterlaluan, tak akan menemui ujungnya jika tak ditampar berkali-kali oleh perisitiwa yang menyakitkan. Ironisnya, aku sudah berjanji berkali-kali, tidak akan melihat, mencari tahu, dan peduli. Tapi berkali-kali pula aku mengingkarinya dengan alasan khawatir. Ampun! Allah, Engkau yang lebih tahu apa yang kurasakan.
Setiap manusia dewasa tentu bisa menjaga dirinya sendiri, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Setiap keputusan hidup yang dipilih tentunya mempunyai konsekuensi yang berbeda. Sekarang, sudah tidak ada alasan bagiku untuk menghawatirkannya. Ga ada! Karena nyatanya, seperti yang sudah kuduga, kepedulian yang berlebihan akan menganggu orang lain. Bahkan, sangat menganggu haha…
Sekarang, tidak ada alibi lagi. Apapun itu! Aku tak boleh melihat, mencari tahu, bahkan menghawatirkannya. Jika, masih saja itu terjadi biarlah Allah memanggilku ke Surga-Nya. Hanya Allah, Allahlah yang berkuasa membolak-balikkan hati seseorang. Mungkin saja, apa yang kulihat tak seperti keadaannya yang sebenarnya. Dan kalaupun apa yang kusangka benar, aku tak berhak menghakimi atau bahkan sekedar mengingatkan. Kehidupan kami telah jauh berbeda. Ini faktanya!
Biarpun dulu aku tahu, sekarang aku tak tahu sama sekali. Biarpun dulu, kami pernah berbagi rahasia dan mimpi, sekarang semua hanya masa lalu yang tak perlu dikenang. Biarpun aku masih ingin menjaganya, menjadi temannya, mengingatkannya, sekarang semua upayaku justru berbuah sebaliknya, menyakiti. Tak lebih dari itu.
Dan untuk semua sifat sok tahu, sifat bodoh yang hanya menghasilkan tangis ratusan kali, cukuplah sampai di sini. Kasihanilah dirimu sendiri, Kin. Jagalah dirimu sendiri, Kin. Ingatkan dirimu sendiri, Kin. Masih banyak yang mesti kamu perbaiki dari dirimu sendiri. Banyak sekali!
Usirlah semua perasaan sedih itu. Ini saatnya, meraih mimpi-mimpimu dengan perasaan bahagia, Kinur sayang.

18 Agustus 2012
08:27 PM
Note: May Allah bless you untuk segala pilihan hidup yang kamu ambil. Selamanya, kamu, sahabat dan saudaraku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s