Jagalah Izzah-mu, Saudaraku!

Kali ini aku mau nulis sebuah peringatan, yang sepertinya lebih manjur kalau disampaikan dalam bentuk tulisan daripada sekedar ucapan yang didengar sambil lalu, kemudian dilupakan begitu saja:). Bagi pihak-pihak yang merasa tersinggung, sungguh ini bukan kemarahan, tapi teguran yang berusaha disampaikan dengan cara sebaik-baiknya bagi saudara yang lain:).

                Telah jadi prinsip hidupku, meski aku orang yang sangat suka becanda, tapi aku tidak akan becanda terkait perasaaan, terkait hubungan lawan jenis yang bisa jadi menyakiti pihak lain tanpa aku sadari. Terlebih lagi, ada adab yang harus dijaga terkait dengan pergaulan laki-laki dan perempuan dala Islam. Tidak bermaksud kolot atau fanatik, tapi tentunya kita semua tahu semua aturan yang berasal dari Allah adalah demi kebaikan hamba-hambanya.

                Saat teman-temanku sering bercanda ‘menjodohkan’ antara satu teman dengan teman lain, aku memilih diam, tak ingin ambil bagian. Saat aku jadi bahan lelucon untuk hal itu, aku sering berkata dengan tegas: Aku enggak mau bercanda terkait dengan perasaan! Bagiku perasaan merupakan hal yang sangat pribadi. Tidak layak dan sangat tidak sopan menggunakannya untuk bahan bercanda. Menurutku masih banyak hal lain yang bisa dijadikan lelucon.

                Pergeseran jaman seharusnya tak ikut menggeser pergeseran syariat Allah. Ketetapan Allah berlaku untuk semua makhlukNya di sepanjang masa. Tak ada alibi untuk hal ini. Syariat Allah yang telah diatur untuk kita adalah demi kebaikan kita sendiri. Tak bisa ditawar meski sedikit.

                Sering mereka berkata, “Ah, Nur, kan kita cuma bercanda. Enggak usah diambil hati, kenapa?”

                Hmm…. Masih banyak materi lelucon lain yang bisa dikeluarkan menurutku. Apalagi tujuan dari sebuah lelucon adalah untuk menghibur. Kalau lelucon yang ditujukan kepada teman lainnya tidak lagi menghibur bahkan menyakiti, menurutku tidak selayaknya dianggap sebagai lelucon. Kalau bercandanya terkait dengan hati, bagaimana bisa enggak diambil hati? Aneh, kan?

                Sudah menjadi tugas kita bersama saling menjaga saudaranya. Mengingatkan ketika berbuat salah, dan mendoakannya ketika hati benar-benar tak bisa diajak bicara. Masa-masa sekarang mungkin saja menjadi hal yang semakin sensitif bagi saudara-saudara kita yang sudah berkeinginan menikah namun belum dipertemukan dengan jodohnya. Dan ketika keinginan itu sudah terbersit, tidak selayaknya hal itu dijadikan bahan lelucon. Terlebih melemparkan bahan bercanda kepada wanita yang cenderung lemah apabila terkait dengan perasaan. Rasanya kok enggak bijak ya?

                Hal ini tidak saja terjadi pada laki-laki, tapi bisa jadi perempuan pun pernah mengalaminya. Mencoba melempar bahan bercanda terkait perasaan kepada lawan jenis untuk mengetahui respon yang diterima dengan tujuan serius maupun bercanda. Jika hal ini dilakukan, sama saja dengan merendahkan izzah dirinya sendiri dan orang lain yang jadi target lelucon tersebut.

                Sesama muslim adalah bersaudara, dan sebagai saudara sudah selayaknya kita tergugah untuk saling menguatkan dalam kebaikan, kesabaran dalam iman dan taqwa. Ada cara yang lebih baik bagi kita untuk menempuh jalan pernikahan dengan cara indah, sopan, dan menjaga izzah saudaranya. Allah telah mengaturnya dengan demikian jelas, tanpa cela. Patutkah kita memalingkan aturan tersebut dengan berbagai alibi yang tidak pada tempatnya? Jika lelucon itu dilemparkan ke ranah publik yang bisa diketahui oleh banyak orang, alangkah malunya hati si gadis tersebut.

                Perempuan yang mencintai Allah tidak akan membiarkan dirinya jadi permainan laki-laki meski hanya sebatas bercanda. Laki-laki sholih yang mencintai Allah akan melamar wanita yang diinginkannya dengan cara baik-baik, bukan dengan bercanda.

Laki-laki mulia adalah laki-laki yang memuliakan wanita yang dicintainya di hadapan Rabb-nya. Tidak menjerumuskan pada kemaksiatan, namun menjaga mereka dari siksa api neraka dengan pilihan keputusan yang diridhoi oleh Allah:)

Anggaplah setiap perempuan sebagai saudara perempuanmu, maka engkau akan tahu bagaimana cara menjaga dan menghargai mereka. Tulisan ini tidaklah lahir dari kehidupan yang bersih tanpa cela atas kesalahan, tapi tulisan ini lahir dari perenungan dan keinginan agar kesalahan yang sama tak terjadi pada saudaranya yang lain.

Moga Allah segera memertemukan kita dengan jodoh yang dikirimkan Allah yang cintanya kekal hingga ke Surga. Dan sebelum hal itu terjadi, tetap teguhlah menjaga rasa Cinta Allah padamu dengan cara menjaga cinta-Nya padamu. Semoga pertemuanmu dengan jodoh dari Allah akan membuat kekal cinta-Nya dalam kehidupan kalian nantinya. AminJ

 

Ndoro Kakung’s Home 16 September 2012

1:10

Note: Ketetapan Allah itu sudah pasti, maka jemputlah kasih sayangNya dengan ketabahan untuk berusaha berjalan dalam kebaikan:)

 

               

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s