Renunganku

1. Konsistensi

Konsistensi pada kebaikan diwajibkan tapi konsistensi pada keburukan yang menjauhkannya dari Tuhan, sudah selayaknya ditinggalkan….

Konsistensi untuk memilih kebaikan/keburukan itu tidak selayaknya dipandang dari segi harga diri di mata manusia lainnya, tapi semua pilihan untuk konsistensi tersebut pada akhirnya bermuara pada Kasih Sayang Tuhan pada hambanya….

Apakah kesenangan sesaat di dunia saat berkubang dalam keburukan cukup sepadan dengan jauhnya Kasih sayang Tuhanmu?

2. Kebahagiaan

Jika kita menggantungkan kebahagiaan pada seberapa banyak peristiwa yang tak menyenangkan yang kita temui, maka semakin sulitlah kita bersyukur dan bahagia…

Sebaliknya, jika kita semakin jeli melihat peristiwa2 kecil yang menyenangkan, maka bahagialah yang terasa oleh kita setiap saat…

Hamasah!

3. Iri

Iri yang diperbolehkan menurutku adalah iri pada mereka yang bersegera dalam kebaikan, yang tidak punya alibi untuk patuh pada Allah, yang bergembira dan merasa cukup dalam syariat-Nya… Irilah pada mereka…. Dan kita akan mengikuti jejak mereka dengan berlari….

Tapi jangan pernah iri pada mereka yang mengutamakan kesenangan dunia dan mengabaikan akhirat dan mengabaikan bahwa Hari Pembalasan benar-benar nyata…

Hamasah!!

4. Jangan Lelah

Jangan pernah lelah melakukan kebaikan meski demi membahagiakan orang lain…. Karena kebaikan yang ditimbulkan oleh usahamu akan membuat dunia tersenyum padamu… Dan Tuhan benar-benar akan mengingatmu sebagai hamba terkasih!

Hamasah Kin:)

5.  Iman

Jangan pernah takut kehilangan Allah, jika imanmu padaNya adalah yang utama di hidupmu:)

Hamasah

6.  Kedewasaaan

Kedewasaan yang sesungguhnya adalah ketika akhirnya kita lebih memilih mengambil alih tanggungjawab yang bukan milik kita, daripada mempertahankan apa yang benar-benar kita sukai…. dengan konsekuensi kehilangan kebahagiaan yang kita definisikan sendiri.
Namun demikian, tak perlu ragu, Tuhan Maha Baik akan memberi jalan pada kita, dengan cara-Nya, dengan kebahagiaan yang Tuhan definisikan, dari arah yang tak disangka-sangka…..
Tersenyumlah dengan menyertakan imanmu, karena saat itu akan benar-benar tiba untukmu:)

Hamasah:)
#pesan moral dari film, ajussi:)

7.  Tokoh Kehidupan

Setiap dari kita adalah tokoh utama dalam kehidupan masing-masing…. 
Dan entah sadar/tidak, kebahagiaan tetap datang ketika kita benar-benar mengupayakannya, terus berjuang, dan mengabaikan penderitaan yang ada…. Karena kebahagiaan itu dekat, sedekat upaya kita mendekatkannya dalam hidup kita:)

Hamasah:)

8.  Peristiwa Kehidupan

Setiap peristiwa yang terjadi di hidup kita adalah materi refleksi kehidupan kita, pada sesama, juga Tuhan…
Semua bisa kita kenang, kita tertawakan, tapi sebuah kesalahan tetaplah sebuah kesalahan…
Kesalahan tak layak kita banggakan, apalagi sesuatu yang akan membuat kita tersenyum baik ketika sendirian maupun bersama dengan orang lain…
Sebuah kesalahan adalah hal yang membuat kita malu pada

 diri sendiri dan terutama pada Tuhan…..

Ingatlah kesalahan itu dengan sikap rendah hati bahwa kita manusia yang bisa berbuat salah, juga sebagai pengingat bahwa kesalahan itu tak akan terulang lagi di masa depan…

Jangan membuat Tuhanmu kecewa dengan sikap yang tak dicintaiNya:)

Allah Maha Melihat, dan sungguh Menyayangimu dengan segala usahamu untuk tetap taat pada-Nya:)

9. Manusia yang ‘Salah’

Jika dalam kehidupan ini kita merasa bermasalah dengan seseorang, percayalah, Tuhan tidak pernah menciptakan manusia yang salah….
Hanya saja reaksi kita dalam menyikapi hubungan antar manusia itu yang kurang tepat…
Dan dari tindakan2 yang tidak tepat itu, kita akan menyimpulkan kebenaran yang seharusnya kita lakukan, di lain waktu hingga terhapus sudah stigma bahwa bertemu dengan manusia yang salah:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s