Akhirnya

               Dulu, begitu banyak misteri yang ingin kutahu, yang jawabnya jadi mimpi-mimpiku. Sering aku bertanya pada Tuhanku, apa yang akan terjadi setelah ini? Apa akibatnya jika aku berlaku begini atau begitu. Aku merasa sering habis sabarku. Lalu kusadari, aku tak menyediakan cukup ruang sabar pada waktu-waktu yang lalu. Tak banyak kesabaran hingga doa-doaku tak berhenti di ujung sajadah. Ada keluhan yang terselip, ada pertanyaan yang membuatku sakit sekali. Luar biasa sakit di antara waktuku.

                Kemudian waktu-waktu lalu itu tiba-tiba bergerak cepat sekali. Aku sudah melaluinya. Iya, aku sudah melaluinya, batinku mengheran sendiri. Ternyata begini jadinya. Ada akibat dari perilaku dahulu yang terjadi di luar dugaanku. Maha Kuasa Allah untuk itu. Di atas segalanya, aku merasa lega. Aku lega tahap demi tahap. Aku lega di antara penyelesaian demi penyelesaian. Oh… ternyata begini akhirnya. Aku tertawa sendiri. Menertawakan ketidakberdayaanku. Menertawakan kelegaanku. Menertawakan kepayahanku. Menertawakan ketidaksabaranku. Tapi aku tahu sesuatu, meski dulu pernah menyimpang dari apa yang aku yakini. Aku berusaha kembali dengan kesadaranku. Aku telah kembali pada-Mu, Allah, Tuhanku. Entah bagaimana penerimaan-Mu terhadapku. Aku kembali dengan kerelaan dan pengakuan kesalahanku. Aku kembali.

                Aku menyisir, satu demi satu laku jalan yang pernah kutempuh. Aku tersenyum, tergelak, dan ya… menyesal. Karena aku kalah, pernah menyerah pada keadaaan yang terasa menghimpit. Dan aku terus belajar hari demi hari. Belajar menahan sabar, menerima salahku, meminta maaf, dan terus bertanya pada Tuhanku, bagaimana aku harus berlaku terhadap hidupku selanjutnya. Aku bertanya dan sekarang cukup aku tahu. Cukup tahu untuk mengerti segala yang belum kutahu akan terjawab nanti pada saatnya. Indah atau tidaknya jawaban itu tergantung pada seberapa ikhlas kita mampu menerimanya. Semuanya tepat, sesuai dengan ukuran yang kita berikan pada Allah.

                Jika kita meminta, Allah akan memberi. Sesuai ukuran yang kita punya. Ukuran yang kita usahakan. Ukuran yang pernah terlintas dan kita minta dengan sungguh. Dan apabila semua terjadi di luar pemahaman kita atas jawaban Allah, maka bersabarlah. Tak ada yang bisa kita lakukan setelah berusaha, bersabar, dan berdoa. Dan ujian-ujian itu mungkin saja, salah satu penentu takdir kita selanjutnya.

                Aku telah mengerjakan bagianku: memperbaiki hidupku, meminta maaf, bertanggungjawab atas setiap kesalahanku, berusaha terus, berdoa, dan melakukan segala hal yang makin mendekatkanku pada kebaikan-Nya. Aku berusaha dengan gembira. Aku telah mengerjakan bagianku. Dan kini, kukembalikan semuanya pada Allah, baik dan buruknya nanti. Aku terima. Karena itu adalah cermin atas ukuran yang selama ini aku upayakan. Moga ukuran yang aku terima nanti semakin menguatkan imanku. Karena aku tak sanggup menerima ukuran dengan ‘kilau’ memukau tapi pada akhirnya melemahkan imanku. Tidak! Apapun bentuknya, bagaimana pun rupanya, aku akan berdoa, moga ukuran itu semakin menguatkan imanku pada akhirnya nanti. Ya, pada akhirnya menguatkan imanku. Semoga:).

                Akhirnya aku rela, di batas aku bisa memaknai kerelaan. Akhirnya aku tak menyesal karena aku tak lagi memunguti kenangan yang berjatuhan di antara waktuku. Akhirnya aku berjalan perlahan, dan berlari menyambut kebahagiaanku. Akhirnya aku bisa berkata dengan leganya, “Allah, aku milikmu. Memuji segala kebaikan-Mu dan berilah aku kebaikan-Mu yang menguatkan imanku, selanjutnya, di hidupku. Tidak dengan ukuran yang kupaksakan tapi ukuran yang pantas kuterima dengan segala upaya kepatuhanku pada-Mu.”

Hikari Home, 30 Oktober 2012

22:02

Note: Peganglah pada imannya, siapapun itu. Bukan berdasar janji atau kilau yang memukau sesaat. Dan usahakanlah ukuran terbaikmu dengan mengusahakan kebaikan ukuran yang kau punya waktu demi waktu. Hamasah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s