Apa Kabar Hatimu, Bitter or Sweet?

                Setiap pagi, sebelum memulai kelas ada sesi morning session. Tujuan adanya morning session ini supaya anak siap belajar. Morning session bisa berupa permainan, cerita inspiratif, ceramah, atau bertanya kabar anak-anak. Acara favorit anak-anak saat pagi adalah permainan angin berhembus dan bitter or sweet. Habis gurunya ini enggak kreatif sih, jadi acaranya itu-itu mulu wkwk…

                Seperti pagi ini, aku memulai dengan pertanyaan bitter or sweet. Bitter or sweet ini adalah salah satu cara mengetahui kabar anak dengan kata kunci: bitter or sweet. Kalau anak menjawab sweet, berarti dia dalam kondisi yang bahagia. Sebaliknya, jika menjawab bitter, berarti anak dalam kondisi kurang menyenangkan.    Sebelum memilih anak yang aku tanya, mereka diberikan pertanyaan terkait materi pelajaran terlebih dahulu.

                “Daerah yang kendaraan tidak boleh lewat kalau penumpangnya tidak berjumlah 3 orang disebut?”

                “Three in one… three in one.” Banyak anak yang langsung menjawab pertanyaan terlebih dahulu sebelum aku tunjuk.

                “Ya Echa, jawabannya apa?”

                “Three in one, Bu.”

                “Oke, jawabannya tepat.”

                “Ya, Ibu saya kan juga jawab three in one. Kok Echa yang ditunjuk?” Protes Tutan dari tempat duduknya di sebelah kananku.

                “Kan peraturannya harus tunjuk tangan dulu. Tadi Echa tunjuk tangan dulu, lho. Ya, udah Ibu ulangi sekali lagi. Peraturannya tunjuk tangan dulu, yang dipilih Ibu Kinur baru menjawab pertanyaan ya?”

                “Iyaaaaa!” Jawab mereka serempak.

                “Oke, pelajaran apa ya? Ya udah ini aja. Dengarkan ya, guru yang memimpin sebuah padepokan silat dan mengajarkan ilmu bela diri disebut….”

                “”Ah…ah…ah… saya Bu. Saya… Bu.” Anak-anak berebut ingin menjawab.

                “Ya, Echa!” Pilihku kemudian karena Echa kembali mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

                “Begawan Bu.”

                “Oke, hebat. Echa, hari ini pilih bitter or sweet?”

                “Dua-duanya Bu.” Echa pun cengengesan sambil menampakkan raut wajah berpikir serius.

                “Ihh…. kok, dua-duanya, sih? Salah satu aja, Cha. Ayo belajar memilih bitter or sweet?”

                “Ya udah, bitter aja, deh.”

                “Kok bitter sih, Cha? Kenapa?”

                “Soalnya habis renang ntar ada pramuka, Bu.” Ah, anak lelaki satu ini selalu ada saja alasannya buat enggak senang pramuka.

                “Cha, harusnya kamu sweet deh, karena udah ketemu Bu Kinur hari ini hehe….” Hahaha… guru narsis pula depan kelas🙂
.

                “Ya… deh, Bu.” Tambahnya lagi terpaksa menghadapi guru narsis wkwk…

                Dan beberapa pertanyaan terkait materi pelajaran terus kulontarkan pada mereka. Beragam cerita kudapat pada mereka. Entah kenapa mood anak-anak hampir sama, bitter gara-gara habis renang ikut pramuka. Untungnya sebagian yang lain, memilih sweet karena mereka akan berenang. Dan tiap kali aku melempar pertanyaan ke anak-anak, Tutan selalu aktif mengangkat jarinya. Tampak bersemangat sekali ingin dipilih. Sayangnya, setiap ada pertanyaan, dia kalah cepat tunjuk jari. Dan kalaupun berhasil kupilih, dia salah jawab. Sampai waktu morning session habis, dia bersikeras menambah jam bitter or sweet.

                “Bu, tambah lagi dong waktunya. Kan Tutan belum jawab.” Protesnya gigih sekali.

                “Ntar ya, Tutan, kita siap-siap berenang. Yuk turun ke bawah dulu. Besok kan masih bisa lagi.”

                “Ya, Bu Kinur….” ucapnya lagi diiringi kecewa.

                Sepulang dari berenang, anak-anak segera masuk kelas. Meski sudah bawa snack dan jajan di kolam renang, mereka masih lapar. Acara berlanjut makan lagi hehe…. Aku yang kelelahan segera bersandar di dinding kelas, dekat pintu masuk sambil memilih foto berenang anak-anak.

                Tiba-tiba Tutan menghampiriku dan memberitahuku sesuatu yang membuat aku tersenyum, “Bu Kinur, Tutan sweet hari ini.”

                “Iya, kenapa Tutan?”

                “Soalnya hari ini ketemu Bu Kinur.” Jawabnya singkat sambil memamerkan senyum tanpa gigi andalannya padaku.

                Haha… ada-ada aja ini Tutan. Wah, pantes dari tadi semangat banget mau jawab. Ternyata kata-kataku buat Echa tadi masih diingat oleh Tutan. Benar-benar deh, giliran kalimat narsis gini aja cepat banget pahamnya hehe…

                Narsis berlanjut segera kukabarkan pada anak-anak yang tinggal di kelas untuk makan, “Eh anak-anak, tahu enggak tadi Tutan bilang sweet gara-gara ketemu Bu Kinur hari ini hehe…. Nah, ingat ya, Bu Kinur itu sweet soalnya Bu Kinur emang sweet hehe….” Siarku bangga pada mereka.

                Prili yang masih makan pun berhenti dan langsung menjawab, “Tapi Bu Kinur enggak sweet kalau lagi diam berdiri sambil cembetut di depan kelas.” Nampaknya perilakuku diamin anak-anak diingat ma Prili. Habis daripada suara habis teriak-teriak mending diam dulu deh haha…. Biar sadar n fokus lagi wkwk…

                “Nah, maka dari itu Prili sayang. Bantu Ibu Kinur supaya selalu sweet  dengan tertib belajar hehe….” Gurunya enggak mau kalah jawab wkwk….

Ndoro Kakung’s Home, 31 Maret 2013

11:18

Note: Anak-anakku yang manis, pilih selalu sweet ya, karena kalian emang sweet sekarang dan seterusnya. Biar senyum enggak hilang mulu:).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s