Bukan Karena Enggak Disayang

Kemarin 10 anak dari kelas 4B mengikuti lomba menggambar yang diadakan oleh Panasonic. Lomba ini sangat menarik karena 3 pemenangnya akan dibawa ke Paris bersama dengan gurunya. Nah, kesempatan jalan-jalan ke luar negeri ini begitu memukau sampai mataku berkedip-kedip bahagia ketika membayangkannya haha… Lalu kusemangati anak-anak yang kemarin aku daftarkan mengikuti lomba.

                “Prili sayang, gimana lombanya kemarin? Udah selesai belum?” Tanyaku di sela-sela menghias kelas siang ini.

                “Itu kan masih lama, Bu. Saya baru menggambar di hari pertama.” Jawabnya santai sambil membuat bunga.

                “Emang, buatnya berapa hari?”

                “Harus sampai hari ke-5, Bu. Tapi saya baru buat gambar hari pertama aja.”

                “Terus Icad, udah selesai belum? Saya baru hari ke-0, Bu.” Respon Icad sambil tertawa.

                “Ih… kamu kok enggak segera buat, sih?”

                “Itu kan waktunya masih lama, Bu. Masih dua bulan lagi ngumpulnya.” Sahut Prili datar.

                “Ya, udah. Anak-anak semua, SEMANGAT YA! Bawa Ibu ke Paris, ya.” Teriakku berapi-api sambil mengepalkan tangan tinggi-tinggi menyemangati.

                “Ah, saya enggak mau pergi ma Ibu. Saya maunya bareng Miss Ariya.” Protes Prili cepat-cepat.

                “Iya.. saya juga, Bu. Saya maunya sama Miss Ariya aja.” Tambah Nasya tanpa tedeng aling-aling. Husna, dan yang lain pun juga meneriakkan hal yang sama.

                “Ah, kalian ini. Masak enggak sayang ma Bu Kinur, sih? Bu Kinur kan guru kelas kalian? Ihhh….” Seruku kesal pada mereka.

                “Bukannya enggak sayang ma Bu Kinur, tapi saya maunya ma Miss Ariya aja kan jago Bahasa Inggris.” Terang Prili mengonfirmasi.

                “Iya Bu, betul Bu. Miss Ariya kan jago Bahasa Inggris. Jadi kalau ke Paris biar bisa Bahasa Inggris gitu.”

                Ah, kalian ini. Kalian enggak tahu sih, kalau di Paris malah enggak pakai Bahasa Inggris. Adanya juga pakai Bahasa Perancis. Orang-orang di Perancis jarang yang bisa Bahasa Inggris. Teriakku dalam hati dengan nelangsa, hiks.

                “Ibu Kinur kan Guru Bahasa Indonesia. Ngajarnya juga Bahasa Indonesia.” Prili beralibi dengan sangat amat rasional.

                “Ah, kalian ini. Tetap aja yang diajak Miss Ariya bukan Bu Kinur.” Sergahku masih merasa kesal haha….

                Belum juga mereka selesai lomba masih pula berdebat soal ke Paris haha…. Ya udahlah, lihat aja nanti. Mudah-mudahan mereka lolos tingkat nasional wkwkwk….

Sekolah Angin, 4 April 2013

15:42

Note: Senyum-senyum sendiri haha….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s