Ritual Tidur Siang

Aku udah kangen nulis! Gileeee… udah lama enggak nulis yang aneh-aneh about my world, my strange life, and all about my silliness wkwk… Gile, kalau Ndoro Kakung baca ceritaku yang ini, pasti dia komentar: Sudah begitu diceritain dengan bangga lagi! Haha…

            Kebodohan-kebodohanku gara-gara ngantuk di mana-mana dan kapan aja aku berada, sudah jadi trade mark di antara teman-temanku. Mulai dari suka nguap zaman SMA pas pelajaran—hampir di semua pelajaran haha—sampai tidur di depan dosen, even a killer lecturer. Pernah ngebayangin enggak, aku udah duduk di depan dosen persis. Kami hanya dipisahkan oleh sebuah meja kayu, aku udah mati-matian lihat mata dosen galak biar melek sebulat mataku. Finally, it just end dengan gerakan perlahan kedua kelopak mataku yang begitu dramatis haha…

            “Udah bangun, Mbak Nur? Sudah sampai mana meditasinya? Mbak Nur ini hebat sekali ya,  kalau belajar selalu di bawah alam bawah sadar,” begitulah antara lain kalimat sindiran sang dosen padaku. Dosen itu, satu-satunya yang manggil aku pakai embel-embel ‘Mbak’ mungkin saking kebangetannya aku kali di kelasnya atau mungkin juga mengaku senioritasku dalam bidang belajar di alam bawah sadar haha…. Mau duduk di depan sendiri, di tengah, di belakang, bahkan nempel dinding sekalipun nampaknya tak berpengaruh pada ritual tidur siangku.

            Kebiasaanku tidur di kelas sebenarnya juga bukan kejadian yang disengaja kali. Bukan maksud hamba tidak menghormati setiap ilmu semesta yang harus kucerna. Tapi, mau gimana lagi? Udah kebiasaan kali, kalau aku suka tidur siang. Waktu kuliah juga aku usahain enggak pernah ambil kuliah jam 12 siang, aku lebih milih kuliah pagi-pagi atau sore sekalian. Apa pun jadwalnya, asalkan enggak ganggu jam tidur siangku. Tidur siang itu salah satu kemewahan manusia di bumi yang enggak boleh dilewatkan, tahu!

            Sejak kecil—mungkin bayi—Ibu selalu nyuruh aku tidur siang. Aku selalu mengawali ritual pulang sekolah dengan berlari dari halaman rumah sambil berteriak lapar seakan-akan mau pingsan kalau enggak segera makan. Enggak ganti baju dulu, lempar tas, dan selalu disambut dengan piring berisi masakan Ibu yang selalu sukses bikin aku nambah lagiJ.

            “Ganti baju dulu, Nduk. Masak anak perempuan pulang sekolah teriak-teriak lapar, enggak ganti baju, terus langsung makan?” Selalu Ibu menasihatiku dengan pelajaran tata krama Jawa yang membuatku pusing.

            “Lapar Bu,” jawabku sambil tersenyum dengan mulut penuh nasi yang selalu sukses menghindarkanku dari kewajiban ganti baju dulu. Setelah makan, aku langsung ganti baju, shalat, terus tidur siang sampai sore. Ritual tidur siang itu sudah jadi kebiasaan yang jadi kenikmatan tersendiri buatku. Alasannya sederhana, malamnya aku jadi bisa melek sampai tengah malam buat nonton film.

            “Nur, ndang turu. Ayo, sesuk isuk kudu tangi isuk lho. Ndang dipateni TV-ne,” perintah Ibu selalu padaku ketika melihatku masih terjaga.

            “Isih sinau, Bu,” jawabku sambil membuka halaman buku pelajaran sekolah yang sebenarnya cuma aku baca pas iklan doang haha…. Sejak kecil sudah pintar sekali bikin alibi wkwk….

Esok harinya seperti yang sudah diduga, aku harus berlari menuju ujung jalan desa untuk mengejar bus yang akan membawaku ke kota, halah. Berhubung sejak kelas 3 SD, keluargaku pindah dari kota ke desa, jadilah aku harus pandai berebut bus ma puluhan anak desa lainnya untuk naik bus. Namanya juga daerah pinggiran, busnya masih jarang-jarang. Sudah gitu, enggak semua bus mau angkut anak sekolah karena sudah pasti bayarannya murah dan sukses bikin bus penuh tanpa bisa angkut pedagang atau penumpang lain yang bayarannya lebih mahal. Sejak kecil, aku sudah menyadari arti uang dan kompetisi lewat acara rebutan naik bus, injak-injakan sepatu, persis kayak orang-orang yang suka demo di Indonesia, gitu.

Alasan lain yang sebenarnya jauh lebih kupercaya kenapa aku suka ngantuk adalah ulah Lalat Tse-Tse. Pernah dengar, enggak? Aneh kan, nama lalat aja bisa cantik gitu, haha…. Aku pikir ini lalat dari China karena namanya mirip nama-nama China gitu. Tapi, ternyata salah besar! Jadi, ceritanya aku pernah baca di buku pelajaran Biologi pas SMP atau SMA gitu, terbitan Erlangga bukunya—halah pakai acara masih ingat penerbitnya pula. Lalat Tse-Tse ini dari Afrika, konon katanya, kalau kita digigit oleh lalat ini kita bakal hobi tidur mulu atau suka tidur melebihi batas normal. Aku lupa gimana cara kerjanya, entah cairan apa yang ia punya sampai punya kesaktian macam itu. Tapi intinya, aku percaya Lalat Tse-Tse ini udah berimigrasi ke Indonesia, dan tanpa aku undang udah gigit aku sampai punya hobi tidur.

Aneh memang, tapi alasan itu setidaknya lebih keren daripada alasan yang diberikan oleh Guru Sosiologiku kalau orang yang hobi tidur itu karena otaknya kekurangan oksigen. Ya Allah, aku baru ingat ada pelajaran kayak gini zaman SMA pas nulis cerita ini, yang pencetus ilmunya Auguste Comte, atau siapa gitu hihi…. Jadi, bagi orang-orang yang otaknya kekurangan oksigen kudu sering olahraga, minum air putih, dan makan sayuran yang mengandung apa gitu… Ya ampun pengetahuan Guru Sosisologiku udah sama kayak Guru Tata Boga zaman SMP aja. Every teacher must be smart like they know everything. I’m so sorry ya, kalau postingan kali ini banyak kalimat Inggris kacau gramar. Soalnya aku lagi suka banget baca novel metropop yang pengarangnya pakai bahasa Inggris wkwk…

Alasan lain yang kurasa begitu personal adalah aku telat merasa kenyang setelah makan. Jadi aku baru kerasa kenyang dua atau tiga jam setelah makan. Pas kerasa kenyang banget, aku merasa perutku melembung kayak balon yang ditiup maksimal terus udara jadi berhembus begitu lembut menerpa mataku, menggodaku buat segera tidur haha…. Oleh karenanya, aku enggak pernah mau makan pagi karena pasti bikin ngantuk pas sekolah atau kuliah. Kecuali aku lagi kelaparan baru makan pagi dan baru makan siang dua porsi sekaligus yang mengantarku tidur siang dengan damai.

Tapi yang namanya jalan hidup enggak bisa ditebak. Kebiasaan juga bisa dirubah seiring perpindahan tempat. Kalau zaman sekolah dan kuliah masih bisa atur waktu, saat kita sudah mulai terikat hidup dengan lembaga (kerja), kita enggak bisa seenaknya. Kudu adaptasi! Maka mulailah perjuangan berat nan mulia itu dimulai. Pindah ke Bogor dan mulai belajar jadi guru, mulai dari jam 7 sampai 5 sore, hanya istirahat sholat dan makan, terasa menyiksa.

Tiap pagi ada acara sarapan bareng yang dimulai jam 6 pagi, ini sering kulewatkan. Gerak jarum jam pendek yang mulai mengarah ke angka sembilan, membuat mataku bergerak makin perlahan. Terkantuk-kantuk di tengah dosen bicara, tergagap saat namaku dipanggil dan disuruh melek merupakan hal yang memalukan lainnya. Tidak cukup cuci muka, kudu cuci kaki segala biar dinginnya air Bogor membangunkanku dari meditasi. Alih-alih bikin melek, dinginnya air bogor, suhu udara yang begitu dingin ditambah AC memperparah kebiasaan tidur siang.

Sehabis makan, aku cepat-cepat sholat, dan menyelinap ke ruang asrama untuk menutup mata sejenak. Cukup membantu meski harus tahu diri supaya tidak berlama-lama memejamkan mata, karena sekali waktu aku pernah keterusan tidur dan masuk kuliah jam 2. Telat sejam dari jatah istirahat sholat dan makan. Seorang teman naik lagi ke asrama, membangunkanku, menyuruhku turun ke lantai bawah untuk mengikuti sekolah guru lagi. Aku cuma bisa tersenyum kikuk ketika seluruh temanku menertawakan tidur siang. Alamak!

“Melek Nur,” begitu ucap seorang teman, Kang Ulum, di sekolah guru tiap melihatku terkantuk-kantuk. Jadi hal yang menyebalkan ketika saat-saat tak berdaya menahan kantuk yang luar biasa jadi bahan tertawaan anak-anak lain. Rasanya mau masuk bumi asalkan di inti bumi enggak ada lahar, tapi isinya Surga J.Co. Lebih baik jadi pertapa J.Co yang dipuja manusia angkasa daripada jadi bahan tertawaan anak-anak. Aih….

Kalau boleh milih, rasanya ingin kerja yang jamnya bisa kita atur sesuka hati. Bisa tidur siang dan enggak harus nunggu tanggal merah buat milih paket liburan yang promonya selalu di hari kerja. Harusnya aku jadi bos daripada karyawan yang terikat waktu dan menyalahi kontrak kerja karena sering ngantuk pas jam 1 siang. Tahu diri dengan kebiasaanku yang sebenarnya fantastis itu, aku selalu usahain ngajar pagi sampai menjelang siang. Meskipun tetap harus berjaga dari pagi sampai sore. Enggak lucu aja kalau pas lagi ngajar tiba-tiba aku merem di depan kelas. Thanks to God, untungnya aku enggak pernah ngantuk saat ngajar. Aku masih memaafkan diri kalau ngantuknya pas istirahat makan siang haha…. Setidaknya jam itu, aku boleh istirahat sebentar. Sebenarnya aku kudu ngawasi anak-anak makan, wudhu, sholat, jaga piket, atau koreksi LK yang soalnya selalu kusesali karena terlalu banyak untuk dikoreksi.

Seperti halnya hari ini, saat aku merasa lapar sebelum jam makan siang. Berkali-kali melirik jam, berharap segera makan siang. Seusai makan, aku masih merasa lapar. Rasanya apa yang kumakan cuma lewat doang tanpa benar-benar berakhir di lambungku. Melihat anak-anak masih banyak menyisakan makan jadi geregetan. Aku berusaha jadi satpam sekaligus penyemangat buat mereka supaya menghabiskan makan siang mereka yang selalu tampak lezat bagiku wkwk…. Habis kalau ada bekal Spaghetti, Burger, atau Sushi rasanya aku ingin ikut makan juga haha…. Untungnya aku cukup sabar menahan diri. Kalau sampai aku minta makanan mereka itu namanya guru yang enggak tahu diri. Bisa didemo ama ortu mereka dengan tuduhan tindakan enggak bermoral wkwk…. Jadi, nak, pahamilah bahwa makan siang kalian terlalu lezat untuk dilewatkan:).

Setengah dua siang, aku ke kelas sebelah, kelas 2A yang dijaga Nyonya Malsa, numpang sholat. Aku sudah merasa ngantuk luar biasa, dan harus mendapati matanya juga meredup sama sepertiku. Untung anak-anak sudah pulang. Sehabis aku sholat, Nyonya masih merem. Berusaha mengusir kantuk, aku memulai lagi pekerjaanku menempel foto. Tinggal membuat hiasan sebenarnya, tapi otak kreatifku selalu macet kalau berhubungan dengan hal-hal yang berbau seni.

Sedari pagi, aku sudah meminta kesediaan Miss Desi untuk mengkonsep hiasan foto-foto tersebet, tapi jawaban yang kudapat adalah, “Kamu kok enggak bosen ngerepotin aku sih, Nur!”

Oh please, deh. Senyum ala devil-nya benar-benar membuatnya merasa bangga wkwk… Hadeh, whatever deh, kalau urusan bikin bunga dan segala perniknya mending ngerepotin orang lain daripada hasilnya enggak indah di mata. Tapi apa daya, dia juga sibuk banget. Sibuk naik-turun tangga, entah buat fotokopi, bales WA ortu, dan hal lainnya yang enggak ada habisnya membuatku semakin ngantuk dan tidur di atas kursi guru.

“Miss, ini bagus enggak?” Aku memperlihatkan rangkaian bunga dari pita jepang putih yang kubuat setelah bangun dan mendapati Miss Desi kembali ke kelas. Miss Desi cuma melirik sebentar, enggak ada jawaban, aku semakin ngantuk nunggu jawaban dari Guru Art yang satu itu, akhirnya aku turun dan tidur di lantai! Aku bangun dan sayup-sayup mendengar suara dua orang murid berbicara dengan Miss Desi. Aku berusaha membuka mata meski susah.

“Miss Kinur ngantuk, ya?” Kimi menatapku dengan mata bulatnya di samping Aghni.

Ketahuan deh, “Iya Kimi, Miss Kinur ngantuk!”

Aku tahu diri dan berusaha menjaga harga diri di depan murid dan berpindah ke kursi guru untuk tidur kembali haha….. Baru tidur sebentar, aku bangun, dan melihat Miss Desi sudah menghilang dari kelas. Aku pun tidur kembali. Beberapa saat kemudian, aku bangun, dan melihat Syamsi juga sudah di kelas bersama Miss Desi kembali. Lagi-lagi aku melek, dan bertanya tentang hiasanku. Lagi-lagi Miss Desi cuma melirik dan tak menjawab. Hadeh, hobi banget ngelirik-ngelirik doang. Aku kembali tidur dengan sukses.

“Nur…. Nur bangun, kelas mau dibersihin.” Malsa membangunkanku dan mau tak mau aku harus bangun daripada dilihat orang lain tidur di kelas haha….

“Malsa, aku tadi sempat mimpi lho. Tapi masak dalam mimpiku ada muridku juga sih.”

“Kamu tuh tidur lama banget tahu.”

Sudah jam setengah empat sore, dan rasanya mataku masih lengket di mimpi. Bangun, aku membereskan pekerjaanku yang belum selesai. Ya, iyalah, aku tinggal tidur soalnya haha….

“Tahu enggak, tadi aku mimpi lagi rapat ama Bu Atin. Terus di rapat itu aku ngantuk banget, terus aku tidur. Nah, masak waktu rapat ada Yaseen (muridku) yang ngebangunin aku pas rapat nyuruh aku melek pakai gaya Kang Ulum gitu. Ya elah, enggak indah banget sih mimpiku sekarang ini. Mimpi aja masih ada muridnya. Kalau enggak mimpi sekolah, mimpinya ketemu orang tua murid ama murid. Aih.”

Dalam hati juga heran, emang aku merindukan rapat mingguan gitu? Padahal kemarin baru rapat. Sebelum-belumnya lagi aku juga mimpi beli hape. Tapi sayang mimpinya bukan beli hape smartphone. Soalnya dulu ingin beli hape baru tapi yang biasa aja. Bukan smartphone. Sekarang pas lagi ngidam smartphone, mimpinya masih aja hape biasa. Huuu…. Pokoknya, aku harus bisa mengubah mimpiku. Biar lebih keren dan menyenangkan haha…. Semoga enggak mimpi tidur pas rapat atau beli hape biasa lagi. Harus bisa mimpi beli smartphone sebelum nemu smartmate hahaha…. Ini doktrin dari si empunya WP Sakurachiru:).

Hikari Home, 13 September 2013

21:33

Note: Tambahan info, aku punya murid cewek yang hobi tidurnya lebih parah dari aku. Pas sholat aja dia bisa tidur mamen. Apalagi kalau pas belajar, dia suka merem gitu. Kata Kepsek, “Like teacher, like student.” Gusti…………..!! Whatever it takes, I love my life with my pride:).

2 thoughts on “Ritual Tidur Siang

  1. Assalamu’alaikum…Mb Kinur apa kabar? Salam kenal ya, saya Rini SGI 3. Ud pernah ketemu belum ya???🙂
    Mbak, baca kisah ini saya suka banget, jadi inget diri sendiri soalnya…kalo mb Kinur cuma mimpi tidur pas rapat, saya beneran bisa tidur pas lagi ngobrol sama guru2…malunya…Hihihi…
    Padahal saya bukan penikmat tidur siang, tapi tidur tak kenal waktu tak kenal tempat….
    Btw, lagi mau belajar ngeblog lagi ni…tapi liat tampilan blog ud pusing duluan. Hadeh…..stressku’
    Apapun, selalu sukses n sukses selalu mb Kinur,🙂

    • Wa’alaikum salam

      Alhamdulillah, Baik dik. Oh ya maaf ya ntar kalau umpama ketemu lupa lagi soalnya kalau hafal nama n wajah kudu berpuluh2 kali dulu hehe…
      Wah, ternyata punya teman yang hobi tidur juga wkwk…
      Oke2 aja sih sebenarnya kalau kita tidur karena kan tidur enggak dosa haha…
      Tapi jadi masalah ketika kita bersama orang lain wkwk… semalam aja aku ditelpon temenku tapi saking ngantuknya aku bisa tidur waktu dia nelpon wkwk…. parah:)
      Wah selamat belajar nge-blog ya:)
      Kalau tampilan blog sih sederhana aja, aku juga enggak bisa modif yang macam2 kok:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s