Hai Kamu!

K          : “Hai Kamu, apa kabar? Mengapa lama tak mendengar kabarmu? Menghilang ke mana sajakah dirimu selama ini? Apakah seluruh pertanyaanmu telah terjawab sempurna? Sudahkah hatimu lega? Maaf, kalau pertanyaanku begitu memburu. Aku sungguh ingin tahu kabarmu, kawan.”

H         : “Hai juga buat Kamu. Senang berbicara lagi denganmu. Aku baik-baik saja. Selalu berusaha untuk baik-baik saja. Tak ada yang perlu dikhawatirkan?” ucapku pasti, sambil tersenyum sewajar mungkin.

K          : “Apakah Kamu masih suka berpikir tentang lalu dan mengkhawatirkan masa depan?”

H         : “Tidak. Tenang saja. Aku hanya mengambil jeda, spasi dalam kehidupanku. Sedikit khawatir terkait masa depan, tapi sungguh itu tak menggangguku. Berpikir tentang yang lalu sesekali saja, untuk beberapa hal yang menurutku pantas kupikirkan….”

K          : “Mengapa aku tak lagi membaca tulisanmu, cerita keseharianmu seperti waktu lalu?”

H         : “Aku justru sedang belajar membaca hati dan pikiranku. Aku ingin tahu apa yang benar-benar kuinginkan dan bagaimana cara mencapainya. Semuanya berusaha kubaca sebaik-baiknya. Terlebih lagi waktu yang kumiliki semakin hari semakin sedikit, dan harus bersiap kapan saja, bukan?”

K          : “Baiklah….”

H         : “Terima kasih sudah menyapa. Aku lega. Segala pertanyaan terjawab sempurna ketika kita bersyukur. Terima kasih buat Kamu yang bangkit dan menyapa kehidupanmu yang juga tak kalah indah.”

Jumat, 7 Maret 2014

Note: Terima kasih buat K dan H, terima kasih untuk dialog hati setelah sekian lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s