OH MY GOD

Kanji Lalji Mehta adalah seseorang yang tidak percaya kepada Tuhan. Meski demikian, ia memiliki sebuah toko yang menjual patung-patung dewa dan mengambil keuntungan dari kepercayaan pembeli terhadap cerita karangannya. Sebaliknya, istri dan anak-anaknya merupakan penganut agama yang taat. Kanji tidak suka jika keluarganya ikut merayakan tradisi agama.

Awal konflik dimulai saat Kanji membubarkan perayaan agama. Para pendeta marah dan mengutuk perbuatannya. Kanji yang merasa benar, merasa tak berdosa. Ia justru menantang Tuhan.

Tuhan pun memberi cobaan, toko yang dijalankannya hancur tak bersisa. Semua patung yang ia punya masuk ke dalam tanah. Tak ada yang mau membeli tanah tokonya, karena orang-orang beranggapan tak baik mendirikan bangunan di atas tanah yang banyak terkubur patung dewa. Hal ini membuatnya sangat depresi, padahal ia memiliki banyak utang untuk membesarkan tokonya.

Harapan yang tersisa ada pada asuransi yang ia beli. Namun, malang cobaan tak mau pergi darinya, pihak asuransi menolak memberi ganti rugi dengan alasan apa yang terjadi padanya akibat takdir Tuhan. Gempa yang menimpa tokonya merupakan takdir Tuhan. Sedangkan asuransi hanya memberi ganti rugi pada kesalahan yang disebabkan oleh manusia.

Tak terima dengan perlakuan Tuhan, ia pun mencari pengacara dan menggugat Tuhan supaya pihak asuransi memberinya ganti rugi. Ide gilanya tentu saja ditolak oleh semua orang kecuali seorang pengacara bernama Hanif Qureshi. Hanif hanya membantu membuatkan surat pengajuan ke pengadilan karena meskipun ia ingin membelanya, Hanif tak bisa menolong akibat lumpuh yang ia derita. Hanif menyarankan Kanji untuk menjadi pengacara bagi dirinya sendiri karena itu diperbolehkan oleh undang-undang apabila tak seorang pun pengacara yang mau membantunya.

Tapi bagaimana cara menghadirkan Tuhan di pengadilan? Mengapa Tuhan Yang Maha Sempurna harus didakwa di kursi pesakitan yang biasanya ditempati penjahat? Kanji tak kekurangan akal, ia melayangkan gugatannya ke seluruh pemuka agama yang ia tahu, agama apa pun yang ia tahu.

Pemuka agama yang marah karena ulahnya pun bersatu melawan Kanji. Berita Kanji menggugat Tuhan segera menyebar luas ke seluruh India. Kanji gila karena menggugat Tuhan, itulah yang ada di pikiran semua orang, termasuk anak dan istrinya. Anak dan istrinya yang merasa malu juga terancam nyawanya oleh musuh suaminya meninggalkannya.

Kanji sendirian menghadapi pertempuran besar di hidupnya. Ternyata apa yang ia lakukan menginspirasi banyak orang, orang-orang di seluruh India yang merasakan hal yang sama membelanya. Mereka juga menggugat Tuhan dan meminta klaim asuransi mereka diterima. Kanji tak sendirian lagi.

Di tengah pertempurannya munculah seseorang yang mengaku sebagai Tuhan dan tinggal bersamanya. Kanji yang tak mempercayainya tak bisa berbuat banyak apalagi rumah yang ia gadaikan telah dibeli oleh tamu asing tersebut.

Bagaimana akhir kisah Kanji dan orang-orang yang merasa tertindas akibat perlakuan Tuhan yang tidak adil? Yuk, nonton film ini. Di luar agama yang kita anut, film yang satu ini sangatlah jenius dari segi dialog dan alurnya.

Makasih banyak ya jeng Dewi Maliki yang udah rekomendasiin film ini:)

Met nonton semua:)

Ndoro Kakung HOMGome, 3 September 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s