Anak Senja

Namanya Senja. Perempuan muda yang bersemangat menjelajahi dunia dengan segala ketabahannya. Ia terlahir dari rahim seorang ibu sekuat butir hujan yang tak lelah berjalan di antara langit dan bumi. Ketabahan ibundanya pun menurun pada Senja, perempuan muda yang selalu ingin melihat seluruh dunia.

Namanya Senja. Perempuan muda yang pernah berayah seorang lelaki sederhana nan setia. Lelaki yang mengasuh anak perempuannya layaknya putri raja dunia. Lelaki yang tak banyak pinta kecuali harapan akan kedamaian keluarganya. Lelaki yang tak pernah mengeluarkan amarah meski sebatas sanggahan untuk istri tercinta. Diamnya bukan tanda kelemahan. Diamnya adalah tanda keluhuran budi seorang pemimpin yang mengutamakan keluarga tercinta. Lelaki sederhana nan setia itu, lelaki yang dirindu senja saat bahagia maupun saat derita menemaninya.

Namanya Senja. Perempuan yang tak takut menjelajahi dunia asing hanya demi memenuhi rasa ingin tahunya. Perempuan muda yang tak pernah ingin kehilangan, tapi selalu diuji oleh rasa hilang yang senantiasa berbayang….

Namanya Senja. Perempuan yang menatap matahari laksana cermin raksasa yang memikat hatinya. Saat cerminnya menghilang dalam gelap malam, ia cukup menunggu dalam kesetiaan yang sama, masih ada mataharinya di esok hari….

Namanya Senja. Perempuan berhati kaca yang mudah retak terluka oleh bias persepsi dunia. Baginya, semua penghuni langit dan bumi laksana udara yang membelai dan mendamaikan perjalanannya. Namun, sekali hatinya retak, jalannya semakin terasa sepi dan sendiri di antara gemerlap dunia. Senyumnya tak lagi sama….

Namanya Senja. Sekali ia melangkah, pantang berpulang dalam nestapa. Ia kan terus berjalan hingga menjumpai mataharinya, dirinya dalam dimensi yang berbeda. Tunduk dalam kuasa Tuhannya yang ia percaya senyata Surga dalam hatinya.

Namanya Senja. Tak akan hilang dirinya dalam duka-nestapa layaknya langit yang kehilangan awan. Ia tetap melangkah dalam setiap keyakinan yang ia pertahankan diam-diam. Berteriak tak selamanya menjelmakan kekuatan. Ia percaya dalam bisik diam di relung terdalamnya jiwa, suaranya terdengar hingga ke lapisan langit yang belum pernah ia jumpai….

Namanya senja. Perempuan yang kerap kali menangis dalam tidurnya. Perempuan muda yang mudah bahagia karena dunianya berwarna, seindah harapan yang ia lukis di langit-langit doanya.

Namanya Senja. Percaya pada kekuatan kebaikan kan membangun istana terbaik untuknya melebihi buruknya prasangka yang ia kerap terima.

Menanti senja menyapa, 21 April 2015
14:00
Note: Untuk senja dan perempuan-perempuan lainnya yang masih mengimani kebahagiaan Tuhan, tegarlah meniti duniamu.
Ini juga untukmu, yang mulai tak kukenali….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s