Distribusi Pengetahun

Bertemu dengan banyak orang adalah hobi baruku. Sepuluh tahun yang lalu, aku bercita-cita menjadi Arkeolog yang meneliti artefak dan fosil, benda mati. Hal itu disebabkan saking tidak sukanya bertemu orang lain dan bicara dengan mereka. Berhubungan dengan manusia itu rumit. Lebih mudah meneliti benda mati dan jadi peneliti. Itu pikiranku, dulu.

Tahun-tahun berlalu membawaku belajar hal-hal menarik lainnya. Sedikit-demi sedikit pandanganku berubah, dan aku mulai merasa nyaman bicara dengan makhluk hidup, selain keluarga inti. Semakin bertemu banyak orang, semakin aku bersyukur.

Kiranya Allah telah memberkahi manusia dengan berbagai macam pengetahuan yang membangun sekaligus menghancurkannya dalam satu waktu. Banyak hal menarik yang membuatku semakin menghargai makna sebuah pertemuan. Salah satunya, distribusi pengetahuan.

Orang-orang pandai lagi berbudi tak selamanya meraih kemewahan dunia. Bukan soal mampu-tidak mampu tentunya. Tapi, lebih pada kemauan. Orang-orang yang kurang berhasil dalam menyematkan memori pengetahuan di otaknya pun seringkali dianggap lemah dalam meraih standar keberhasilan hidup. Setelah kurenungkan, letak persoalan yang sesungguhnya ketercapaian standar keberhasilan hidup bukan pada pandai-kurang pandainya seseorang.

Keberhasilan itu menaungi orang-orang yang sanggup membawa pecahan pengetahuan setiap orang yang ditemuinya, menyatukan dalam dirinya, mengerahkan usaha, dan membuat peluang dalam hidupnya.

Distribusi pengetahuan memegang peranan penting, selain restu Allah pada hambanya. Ketekunan dan sikap mental positif akan membawa perubahan yang luar biasa. Setiap kelemahan yang dimiliki manusia akan digenapi oeh manusia lainnya. Oleh karenanya, Allah menyuruh kita untuk menjalin silaturahmi dengan banyak orang. Dalam pertemuan tersebut pun telah dikabarkan Nabi Muhammad Saw menyimpan banyak manfaat. Salah satunya adalah menumbuhkan rezeki.

Orang-orang yang sedikit bertemu dengan orang lain, akan memiliki lebih sedikit kesempatan dalam belajar dan berusaha. Setiap orang yang kita temui, akan membawa tambahan pengetahuan juga kekokohan karakter pribadi bagi manusia bijak.

Setiap pembicaraan positif dalam usaha mencapai keberhasilan hidup pun tentunya akan mendapat dukungan positif pula. Kecuali, ia bertemu dengan manusia yang meragukan kuasa Allah dan menyerah dalam hidup, tentu saja dukungan yang diberikannya negatif.

Kesempatan, persaudaraan, pengetahuan, dan semangat berusaha ada dalam diri setiap orang. Pembeda berhasil-tidaknya seseorang dalam meraih tujuannya kembali dalam dirinya sendiri. Adakah ia mampu menyatukan pengetahuan dari setiap orang yang ditemuinya, atau memilih berusaha dengan kemampuannya semata. Padahal, ada hikmah luar biasa dalam setiap kerja sama manusia. Karenanya, tak perlu heran jika orang yang dinilai sukses adalah orang yang pandai menjaga hubungan dengan manusia lain🙂.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s